Kamis, 16 Juni 2016

Berpikir Kritis, Disiplin, dan Optimis


Sekarang anak muda di Indonesia sedang asyik-asyiknya melontarkan kata-kata “baper” tak hanya di lingkungan pendidikan, namun di tempat-tempat kerja bahkan sosial media. Baper adalah singkatan yang memiliki arti bawa perasaan. Namun kali ini pernahkah kita sadari bahwa kita seharusnya “baper” terhadap negara kita Indonesia? Sampai detik ini kita tidak membawa perasaan kita untuk memajukan bangsa ini menjadi negara yang sejajar dengan negara maju yang ada di dunia karena kita masih sibuk mengurus urusan kita masing-masing dan bahkan sampai lupa bahwa bangsa ini butuh “kita”. Apakah dengan fenomena yang terjadi sekarang kita masih diam membungkam kata? Tidakkah kita bangkit untuk melihat bangsa ini menjadi lebih baik? Sampai kapan kita tanpa hati dan pergerakan untuk Indonesia?
Beberapa sikap yang harusnya kita miliki sekarang untuk kemajuan negara Indonesia yaitu; pertama, pada zaman sekarang anak muda seperti kita harus mengubah mindset yang ada, dengan kenyataan sekarang Indonesia butuh anak muda yang berpikir kritis. Berpikir kritis dimaksudkan agar anak muda Indonesia menjadi anak muda yang produktif, positive thinking dan terus berkreasi. Memiliki pola pikir yang kritis akan menghasilkan ide-ide cemerlang yang bukan hanya untuk dirinya sendiri namun untuk kebutuhan bangsa dan menumbuhkan perasaan yang luar biasa agar bangsa Indonesia menjadi sejajar dengan negara maju. Negara maju memiliki SDM yang sebenarnya sama dengan SDM Indonesia namun, mereka memiliki pola pikir yang kritis yang membawa kemajuan untuk bangsa mereka, berpikir untuk menyelesaikan masalah yang kecil sampai dengan masalah yang besar. Tak sedikit orang di Indonesia yang menyelesaikan masalah sendiri maupun masalah negara ini dengan otot dan kekerasan. Sebaiknya kita menyelesaikan masalah dengan pola pikir yang kritis dan mengubah mindset yang ada di dalam diri kita, itu sikap yang selayaknya digunakan dan dimiliki sekarang.
Kedua, untuk mensejajarkan Indonesia dengan negara maju adalah memiliki sikap disiplin. Disiplin dimulai dari diri sendiri. Disiplin adalah sikap yang seharusnya dimiliki anak muda Indonesia zaman sekarang, mengubah kebiasaan yang ada sekarang itu intinya, kenyataannya sulit sekali untuk mengubah sikap yang satu ini, namun, dengan pikiran positif dan pola pikir yang kritis sikap disiplin ini pasti akan mudah untuk dilakukan, dimulai dari yang kecil, dari menepati janji dengan waktu yang telah disepakati tanpa menunda kedatangan hal tersebut akan ikut terbiasa juga dengan hal yang besar. Jika anak muda di Indonesia sekarang mengubah sikap yang ini percaya tidak percaya Indonesia akan menjadi salah satu negara yang sejajar dengan negara maju di dunia. Terakhir, yang ketiga adalah sikap optimis. Kita sebagai anak muda yang mau mengubah mindset dan menerapkan kedisiplinan dalam diri kita, juga harus menanamkan sikap optimisme agar menjadi SDM Indonesia yang mensejajarkan negara Indonesia dengan negara maju di dunia.

Upaya ini semata-mata untuk menjadikan pribadi kita menjadi pribadi yang membantu negara kita menjadi negara yang sejajar dengan negara maju lainnya, tak luput dari kegagalan namun semangat dalam jiwa yang memiliki ketiga sikap ini akan membuahkan hasil yang kita cita-citakan. Anak muda Indonesia adalah SDM yang pastinya ingin memiliki ketiga sikap ini, yang kita tahu SDM Indonesia adalah anak muda yang cerdas.

Kamis, 09 Juni 2016

4 Hikmah Puasa di Tanah Rantau

Assalamualaykum.wr.wb.
Apa kabar semua? pastinya baik-baik saja ya, semoga. Aamiin
Bulan yang dinanti umat muslim sudah tiba dengan sempurna. Ya, bulan Ramadhan. Aih, indah rasanya ketika mendengar apalagi membayangkan bulan nan indah ini. Rasanya saya kurang afdhol jika tidak menuliskan sajak tentang bulan ini. Yuk, baca dulu postingan sebelum postingan ini. He he he lagi-lagi promosi ya. Selagi promosi belum dilarang diblog *alasan*. Okay, lanjutkan. Ramadhan penuh ampunan dan juga penuh kebersamaan. Apalagi jika sedang di tanah rantau. Rasanya kalau cerita tentang bulan ramadhan ketika di tanah rantai rada melankolis, ya nggak sih (?) iya-in aja. Nah, kali ini saya tidak menceritakan yang melankolisnya, lebih ke hikmah dari yang dirasa. ASIK!. Yuks, ini dia 4 hikmah puasa di tanah rantau.

Pertama, anak rantau sering bingung jika memilih makanan untuk buka juga sahur, namun untuk takjil rasanya juga bingung, Hi hi hi. Jika dirumah Ibu kita dengan kreatifitasnya dan dengan persetujuan orang rumah jadi makanan selalu ada ada aja. Kalau dikosan? mikirnya mau masak apa, mau makan apa, mau beli apa, ujung-ujungnya kadang masak dari berbagai resep yang dicari di google atau nggak masak dengan resep yang diingat, atau nggak masak makanan yang ibu sering buat di rumah jadi, seolah-olah suasana kayak dirumah. Tapi, jika variant yang dimakan itu-itu aja Banyak pasar “kaget” ditanah rantau, yang suka dengan makanan tradisional disini tempatnya. Okay, hikmah dari point pertama adalah kita bisa jadi seorang yang mandiri dan tegar. Gimana nggak mandiri, semuanya dari kita sendiri dan untuk diri sendiri. Anak kostan itu tegar dan mandiri pada waktunya hihihi.

Lets, yang kedua. Sahuuuuuur, sahuuuuuuur!. Biasanya sahur ditemani dan dibanguni sama keluarga. Kalau anak kostan  ? yaaaa, dengan alarm atau nggak dengan niat dan feeling alone hahahahaha *ketawajahat*. Yap, tidak hanya mandiri dan tegar, anak kosan pada saat bulan puasa juga rajiiiiiinnnn, rajin semua hal terutama rajin ibadah diaamiinkan ya *aamiin*

Ketiga, anak kostan kalau ingat kebersamaan pasti bukan ingat keluarga aja ya, nggak sih?. Keluarga kedua adalah teman seperjuangan, bisa teman kostan, teman kampus, atau sahabat seperantauan. Nah, disini hikmah ketiga berada. Hikmahnya jadi menyambung silaturahmi dengan sesama, bukan berarti jika di kampung halaman nggak begini. Tapi, beda aja rasanya jika silaturahmi ditanah rantau *ambiltisu*

Terakhir, keempat. Apa lagi ya, hikmah puasa ditanah rantau ? oh iya, nggak mandiri, tegar, rajin, dan menyambung silaturahmi. Tapi, ada satu hal lagi banyak hal postif yang bisa kita lakuin selama siang harinya. Yap, belajar. Apalagi belajar adalah ibadah juga kan ? yadooonnnngggg.

MasyaAllah, banyak ya hikmah puasa ditanah rantau. Jadi, jangan ngeluh yang nggak bisa pulang kampung. Ada-ada aja hikmah dari ALLAH SWT. Tapi, masakan emak tetap dihati dan dinantikan *ketawajahat* hahaha.

Btw, selamat menjalankan ibadah puasa semua, semoga puasa kita berkah dan kembali fitrah. Jangan lupa terus belajar dan hidup produktif selama berpuasa. Puasa, jangan dijadikan alasan. Yang mau nambahin boleh komen dibawah, atau yang mau silaturahmi boleh mampir ya :)). 
Assalamualaykum.wr.wb.